Pilih Laman

Survei Komposisi Sampah

Survei Komposisi Sampah di TPST Benua Hijau, Tangerang

Seperti yang kita tahu, sampah di Indonesia beragam jenisnya. Berbagai jenis sampah tersebut akan efektif dan efisien diolah jika disesuaikan dengan karakteristik fisika, kimia, maupun biologisnya.

Maka dari itu, Guna Olah Limbah (GOL) pun melakukan sampling komposisi sampah pada 2018 lalu, tepatnya di TPST Benua Hijau, Kelurahan Pabuaran Tumben, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.

Tim GOL sedang melakukan sampling di TPST Benua Hijau.

Sampling dilakukan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 19-3964-1994 selama 8 hari berturut-turut, mulai tanggal 21 Desember 2018 sampai 28 Desember 2018. Tujuannya, kami bisa peroleh gambaran sampah yang masuk dalam sepekan.

Dari hasil wawancara, sampah yang diangkut 2 bentor (sepeda motor roda tiga) dan 1 bison (mobil pickup) ke TPST Benua Hijau berada di rentang 1,6 – 1,8 ton dalam sehari.

Armada pengangkutan sampah ke TPST Benua Hijau.

Tim membagi sampah yang disampling menjadi empat kategori besar, di antaranya kategori plastik, organik, daur ulang, dan residu. Masing-masing kategori kemudian akan dipilah lagi menjadi lebih rinci hingga bisa ditentukan timbulan hariannya.

Berikut adalah kategori sampah yang dipilah saat sampling:

Kategori sampah yang dipilah saat sampling.

Penyortiran sampah dilakukan oleh beberapa orang dari tim kami. Untuk memastikan keselamatan kerja, tak lupa tim juga menggunakan alat pelindung diri berupa masker, sarung tangan karet, dan juga sepatu boots.

Proses penyortiran sampah menjadi beberapa kategori.

Sampah yang sudah dikumpulkan sesuai kategorinya kemudian ditimbang menggunakan mesin penimbang digital untuk berikutnya dilakukan pencatatan untuk masing-masing kategori.

Penimbangan sampah plastik nondaurulang yang sudah disortir.

Adapun timbulan sampah yang diukur setiap hari rerata sebanyak 167 kg atau sekitar 10% dari total sampah yang masuk ke TPST. Rincian jumlah sampah yang di-sampling dapat ditinjau pada tabel berikut.

Tabel 1 Jumlah sampah yang disampling dalam 8 hari.

Hari ke-TPST Benua Hijau
Massa (kg)Volume (L)
11381.054
2114978
32352.047
42951.680
51661.118
61611.058
71871.368
840219
TOTAL1.3369.522

Total sampah yang disampling selama 8 hari adalah sebanyak 1.336 kg dengan volume 9.522 L. Timbulan sampah harian dari hari ke-1 hingga ke-8 cenderung fluktuatif di mana puncak timbulan padahal pada hari ke-4. Setelah dilakukan sampling selama 8 hari, tim GOL menyimpulkan hasil komposisi seperti pada gambar berikut:

Sampah yang berada di TPSTP Benua Hijau didominasi dengan sampah organik berupa dedaunan, sayur, dan sisa makanan. Sampah organik ini sebenarnya potensial. Kalau tidak dikelola, tentu berbahaya bagi lingkungan. Tetapi, jika berhasil diolah, kita dapat mendapat manfaat, salah satunya pupuk cair!

Dari segi volume, sampah plastik daur ulang masih menduduki peringkat pertama, sebelum akhirnya disusul oleh sampah organik. Adapun plastik nondaurulang bernilai 9% dari volume sampah total. Meski lebih sedikit dari plastik daurulang, plastik nondaurulang ini banyak berakhir di TPA tanpa ada proses lebih lanjut.

Sampah residu yang umumnya berupa popok, tisu, kain, dan styrofoam ini sebetulnya bisa diolah, tetapi masih riskan tercampur zat lain (limbah medis, pewarna, aditif). Namun, saat ini GOL sudah berhasil melakukan riset terkait pengolahan sampah popok. Harapannya, pengolahan ini dapat menurunkan timbulan sampah popok yang ada.

GOL merupakan perusahaan teknologi berbasis riset. Meski saat ini kami masih berkonsentrasi pada limbah organik, plastik, dan popok, tidak menutup kemungkinan untuk berinovasi terkait berbagai jenis sampah lain.

Indonesia Kita Jaga, Sampahnya Kita OLAH. Guna Olah Limbah.