Pilih Laman

Sampah plastik pesisir laut di daur ulang oleh Brand perawatan Love Beauty and Planet dengan merilis produk “Clean Ocean Edition” yang kemasannya terbuat dari ocean-bound plastic.

Rangkaian ini diharap bisa jadi bagian dari solusi membantu mengurangi pencemaran lautan, kata Ira Noviarti, Beauty & Personal Care Director, PT Unilever Indonesia Tbk.

Demi mendukung gerakan untuk menciptakan ekosistem laut yang lebih baik, dalam peluncurannya, Love Beauty and Planet “Clean Oceans Edition” juga akan menanam 2.000 coral terumbu karang di laut Indonesia.

Sampah plastik masih menjadi tantangan yang dihadapi Indonesia dan dunia, terutama yang berakhir di lautan.

Beauty enthusiasts di perbagai belahan dunia mulai mempopulerkan kesadaran tren ‘Blue Beauty’, gerakan yang berkomitmen terhadap kelestarian laut dan ekosistemnya.

Pentingnya penggunaan bahan alami secara inovatif dan bahan kemasan yang mudah terurai dan dapat didaur ulang, atau terbuat dari hasil daur ulang sehingga siklus hidupnya tidak mencemari lingkungan laut, itulah misi dari tren ini.

Tiga rangkaian produk; sampo, sabun dan losion dihadirkan Love Beauty and Planet “Clean Oceans Edition” dengan wewangian tumbuhan bergamot dan mengandung garam laut kaya mineral dari laut Bali.

“Clean Oceans Edition” selain memiliki sertifikasi vegan & cruelty free dari PETA, serta sertifikasi halal dari MUI. Produk ini juga diklaim ramah lingkungan karena diformulasikan tanpa sulfat, paraben, silikon, maupun pewarna buatan, juga lebih ramah untuk kulit sensitif.

Sampah di kawasan pesisir Indonesia didominasi oleh plastik, sebanyak 36-38 persen, dan menjadi ancaman besar bagi kerusakan ekosistem laut, berdasarkan data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Dalam rentang waktu 2010 hingga 2050, diprediksi dapat meningkat hingga 300 persen, limbah sampah plastik di laut secara global dapat melebihi jumlah ikan di lautan.

Bagikan halaman ini: