Pilih Laman

PADALARANG, golimbah.com – Sampah dan manusia adalah dua hal yang tidak bisa terpisahkan. Setiap manusia pasti menghasilkan sampah, bahkan sejak pertama ia dilahirkan! Dengan begitu, masalah sampah menjadi tanggung jawab masing-masing pihak penghasil sampah.

Guna Olah Limbah (GOL) sebagai perusahaan pengolah sampah berbasis riset bervisi untuk menjawab tantangan ini. Seiring upaya pemerintah meluaskan kampanye hidup minim sampah dan pemilahan sampah, nyatanya timbulan sampah masih terus meningkat setiap harinya. Kondisi sampah pun kerapkali tercampur.

Maka dari itu, pengolahan terhadap sampah yang sudah timbul perlu menjadi konsentrasi semua pihak. Jika tidak, sampah hanya akan tertumpuk di TPA yang masih menerapkan konsep open-dumping. Kelak, masalah ini akan menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja.

Namun, kesuksesan pengolahan ini tak akan terjadi tanpa kolaborasi dari banyak pihak, seperti produsen, pemerintah, dan masyarakat itu sendiri.

Kunjungan dari Medina Care ke Workshop GOL.

Inilah yang mendorong BUMDes Karawang dan Medina Care untuk melakukan kunjungan ke PT Guna Olah Limbah. Pada Rabu (08/07/20), perwakilan BUMDes Karawang dan Medina Care menyaksikan demo pengolahan sampah popok dan juga plastic nondaurulang di GOL Lab di Jalan Wangsa Niaga Wetan, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini pun dihadiri oleh CEO GOL, Archie Satya Nugroho, dan CFO GOL, Hilfus Syabab.

BUMDes Karawang adalah pihak yang mendapat bantuan CSR dari PT Softex Indonesia. Sejak 16 Januari 2020 lalu, GOL sudah menjalin kerjasama dengan PT Softex Indonesia untuk mengolah popok bekas menjadi produk yang berdaya guna.

Adapun Medina Care, yaitu perusahaan yang memproduksi produk skin care ini memiliki kekhawatiran terkait sampah yang dihasilkannya. Bukan hanya terkait dampak negatifnya terhadap lingkungan, penyalahgunaan kemasan produknya juga menjadi pertimbangan lain untuk mengolah limbahnya.

Di masa depan, GOL berharap kolaborasi ini terus menguat dan menjangkau lebih banyak pihak lagi, sehingga sampah-sampah yang terdampar sembarangan bisa diolah dan dimanfaatkan. Teknologi hidrotermal dan pirolisis adalah solusi yang kami tawarkan untuk mengolah sampah popok maupun sampah kemasan skincare. Dengan proses yang terbilang cepat, yaitu 2-3 jam, sampah sudah terolah dan siap diproses lebih lanjut.

Kunjungan BUMDes ke GOL Lab.

Bagikan halaman ini: