Pilih Laman

Seiring pengangkutan sampah menuju TPA yang dilakukan setiap harinya, tentunya timbulan sampah yang menumpuk di TPA pun semakin meningkat. Perlahan tapi pasti, kapasitas TPA pun akan penuh. Lalu, apa sih akibatnya jika TPA tersebut penuh?

  1. Ledakan TPA dan longsor
Kisah Kelam Bandung Lautan Sampah : Tragedi Meledaknya TPA Leuwigajah - Mapay Bandung

TPA Leuwigajah Bandung. (sumber gambar : mapaybandung.pikiran-rakyat.com)

Di tahun 2005, masyarakat Bandung Raya dikejutkan dengan tragedi longsor TPA Leuwigajah di Kota Cimahi yang menewaskan ratusan orang. Saat itu gunungan sampah sepanjang 200 meter dengan tinggi 60 meter runtuh diguyur hujan deras. Longsor terjadi akibat ledakan gas metan yang timbul dari sampah-sampah organic yang terperangkap pada tumpukan sampah. Semakin besar volume sampah di TPA, semakin besar kemungkinan kondisi anaerob pada sampah.

2. Sampah di TPS tertunda diangkut

Bandung Lautan Sampah : Okezone News

Sampah yang tercecer ke jalan raya akibat TPS tidak mampu menampung. (sumber gambar : news.okezone.com)

Jika kapasitas TPA penuh, sampah yang dikumpulkan secara komunal di TPS pun akan tertahan untuk diangkut ke TPA. Sampah lantas akan menumpuk di TPS. Parahnya, sampah bisa tercecer ke jalan raya seperti saat tragedi Bandung Lautan Sampah yang terjadi di tahun 2005 lalu.

3. Pencemaran badan air akibat lindi

Sampah-Air Lindi dari TPA Sarimukti Cemari Sungai di Bandung Barat

Sampah air lindi dari TPA Sarimukti cemari sungai di Bandung Barat. (sumber gambar : news.detik.com)

Semakin besar volume sampah di TPA, maka potensi pencemaran sampah pun semakin besar terhadap lingkungan sekitar. Apalagi jika di sekitar TPA terdapan badan air, seperti misalnya di TPA Putri Cempo, Solo. Tingginya gunungan sampah bisa berpotensi longsor dan mengancam badan Kali Kebo, yaitu sungai kecil di dekat TPA. Hal ini tentu berdampak buruk pada kerusakan ekosistem sungai.

4. Timbul lalat, bau, dan vector penyakit

3 Kampung Ini Mendadak Diserang Ribuan Lalat - Regional Liputan6.com

Kondisi TPA yang kotor. (sumber gambar: liputan6.com)

Di mana ada tumpukan sampah, di situ muncul lalat, bau, dan berbagai vektor penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit paling banyak diderita dari masyarakat yang tinggal di sekitar TPA adalah diare, penyakit perut lainnya, gatal-gatal pada kulit, serta batuk. Hal ini diduga karena kondisi udara, air, dan juga perilaku hidup bersih dan sehat yang masih awam di kalangan warga.

Bagikan halaman ini: