Pilih Laman

Seperti yang kita tahu, pengelolaan sampah di Indonesia masih terbatas pada konsep “kumpul-angkut-buang”. Banyak sampah berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah karena sistem yang ada saat ini belum fokus pada pengolahan sampah di hulu. Apa sih akibatnya jika kita terus-terusan membuang sampah di TPA? Simak 5 kondisi TPA di Jawa Tengah yang sudah mengkhawatirkan berikut!

  • TPA Sanggrahan, Temanggung
    Temanggung Siapkan 2,6 hektare Perluasan TPA Sanggrahan - Pemerintah  Provinsi Jawa Tengah

    TPA Sanggrahan di Temanggung, Jawa Tengah. (sumber gambar : jatengprov.go.id)

TPA Sanggrahan merupakan satu-satunya TPA yang berada di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, yang sudah kelebihan muatan. Dari tahun ke tahun terjadi peningkatan timbulan sampah, hingga di tahun 2021 sampah yang dihasilkan sebanyak 149 ton dalam satu hari. Hal ini karena jenis sampah yang dibuang ke TPA masih belum 100% residu, berbagai jenis sampah lain yang masih bisa diolah lebih lanjut nyatanya banyak berakhir di TPA ini.

  • TPA Pasuruhan Magelang
    Overload! TPA Pasuruhan Magelang Tolak Sampah Organik

    TPA Pasuruhan Magelang yang sudah penuh. (sumber gambar : news.detik.com)

Secara teknis, umur teknis TPA Pasuruhan di Magelang seharusnya hanya mencapai tahun 2017, tetapi karena belum menemukan lahan pengganti, sampah masih berakhir di TPA tersebut hingga saat ini. Tak heran, ketinggian gunung sampah saat ini sudah mencapai 32 meter.

Dalam rangka membatasi timbulan sampah, saat ini sampah yang diterima hanya jenis sampah residu. Adapun sampah organik sudah tidak diperkenankan diangkut ke TPA mulai 1 Januari 2022.

  • TPA Randukuning Batang
Sampah TPA Randukuning Capai 500 Ton per Hari: Industri Penyumbang Sampah  Terbesar - Tribunjateng.com

TPA Randukuning, Batang, yang sudah oveload. (sumber gambar : jateng.tribunnews.com)

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang menyatakan kondisi TPA Randukuning sudah melebihi batas ketentuan daya tampung atau overload, dengan produksi sampah mencapai 500 ton per hari dengan luasan TPA sebesar 2,5 hektare.

  • TPA Putri Cempo Solo
TPA Putri Cempo Hasilkan 10 MW/Jam - ANTARA Jateng

TPA Putri Cempo, Solo, yang sudah kelebihan muatan sampah. (sumber gambar : jateng.antaranews.com)

Usia teknis TPA Putri Cempo di Solo sebenarnya sudah berakhir sejak 2010 lalu. Namun, sulitnya mencari lahan pengganti membuat TPA tersebut masih menjadi lokasi sampah bermuara. Hal inilah yang mengakibatkan gunungan sampah di lokasi ini sangat tinggi, bahkan hingga mengancam badan Kali Kebo, yakni sungai kecil di dekat TPA.

  • TPA Tanjungrejo, Kudus
Tiap Hari 130 Ton Sampah Masuk ke TPA Tanjungrejo Kudus | MURIANEWS

TPA Tanjungrejo Kudus yang sudah penuh. (sumber gambar : murianews.com)

Lahan TPA Tanjungrejo di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sudah tidak bersisa untuk menampung sampah lagi. Saat ini luas TPA Tanjungrejo yang mencapai 5,6 hektar sudah tidak sanggup menampung timbulan sampah 120 ton per harinya. Pemerintah setempat berupaya untuk menambah lahan seluas 4,9 hektar sebagai lokasi penampungan sampah.

Lantas, bagaimana kondisi TPA di sekitarmu? Apakah solusi untuk TPA Overload versimu? Yuk, bantu jawab di kolom komentar!

 

referensi:

https://republika.co.id/berita/r1di9g283/tpa-randukuning-batang-penuh

https://www.solopos.com/waduh-gunungan-sampah-tpa-putri-cempo-solo-terancam-ambruk-ke-sungai-1233522

https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-5886913/overload-tpa-pasuruhan-magelang-tolak-sampah-organik

Bagikan halaman ini: